Sabtu, 27 Maret 2010
negara mulai liberal
Udah denger tentang penentangan kembali undang-undang pornagrafi dan seminar gay di Surabaya? Makin liberal aja sih ni negara? Walaupun berisi beraneka macam agama, tapi kan setiap agama punya moral sendiri. Lupa ya sama agama?
ulang tahun
Tadi Dee iseng-iseng aja buka website kata-kata mutiara dan motivasi. Banyak banget. Tapi yang masih jadi tanda tanya sampai saat ini adalah tentang sahabat.
Tulisannya gini, sahabat adalah orang yang ingat tanggal ulang tahunmu, tapi tidak tahu berapa usiamu. Maksudnya?
Jadi inget ulang tahun. Dee paling seneng ngucapin selamat ulang tahun ke orang. Soalnya, biasanya Dee adalah tipe orang yang hobi ngerjain orang. Kalau ada acara ngerjain-ngerjain makhluk yang lagi ultah, pasti ada Dee. Waktu SD dulu, Dee nggak pernah neko-neko buat minta kado. Ayah langsung paham dengan ngajak Dee ke Gramedia buat beli buku. Tapi pernah pas ultah Dee yang ke berapa ya? Lupa!!! Ayah ngasih Dee jam tangan.
Ulang tahun berarti tiket kita buat tinggal di dunia makin berkurang. Kadang, Dee nggak pernah dan nggak ngarepin datangnya ulang tahun. Biar lama di dunia. Soalnya banyak banget yang pengen dilakuin dan belum tercapai.
Semenjak di pondok, malah ulang tahun bukanlah hari yang spesial. Biasa aja dan nggak pernah Dee tunggu-tunggu. Malah tahun kemaren pernah niat buat tafakur pas jam dua belas malam menjelang hari H. Eh, ketiduran habis muajah. Haha...
Biasanya orang ngarep banget sweet seventeen. Dee tujuh belas tahun mungkin udah masuk OPPM kali ya? Makanya, sebelum masdu’ dapat tanggung jawab, pas ulang tahun di sanah robi’ah ini alias ultah keenam belas, Dee ‘berharap’ ada sesuatu yang beda. Entah gimana Dee menyikapi hari itu nanti. Tahajud di masjid kek, tafakur kek, belajar ampe malem kek, apa ajalah. Something special new to face that day. Jarang ada yang inget. Bahkan (mantan) sahabat Dee sendiri juga lupa. Nggak berharap ada yang inget atau ada yang ngucapin selamat. Yang penting Dee berdo’a bahwa kak B nggak inget hari ulang tahun Dee. Ada peristiwa menyangkut ultahnya yang pernah Dee ceritain dulu. Waktu lajnah PKA. Dia masih dendam kesumet dan bilang bakal balas Dee habis-habisan. Moga jangan tahu............
Tulisannya gini, sahabat adalah orang yang ingat tanggal ulang tahunmu, tapi tidak tahu berapa usiamu. Maksudnya?
Jadi inget ulang tahun. Dee paling seneng ngucapin selamat ulang tahun ke orang. Soalnya, biasanya Dee adalah tipe orang yang hobi ngerjain orang. Kalau ada acara ngerjain-ngerjain makhluk yang lagi ultah, pasti ada Dee. Waktu SD dulu, Dee nggak pernah neko-neko buat minta kado. Ayah langsung paham dengan ngajak Dee ke Gramedia buat beli buku. Tapi pernah pas ultah Dee yang ke berapa ya? Lupa!!! Ayah ngasih Dee jam tangan.
Ulang tahun berarti tiket kita buat tinggal di dunia makin berkurang. Kadang, Dee nggak pernah dan nggak ngarepin datangnya ulang tahun. Biar lama di dunia. Soalnya banyak banget yang pengen dilakuin dan belum tercapai.
Semenjak di pondok, malah ulang tahun bukanlah hari yang spesial. Biasa aja dan nggak pernah Dee tunggu-tunggu. Malah tahun kemaren pernah niat buat tafakur pas jam dua belas malam menjelang hari H. Eh, ketiduran habis muajah. Haha...
Biasanya orang ngarep banget sweet seventeen. Dee tujuh belas tahun mungkin udah masuk OPPM kali ya? Makanya, sebelum masdu’ dapat tanggung jawab, pas ulang tahun di sanah robi’ah ini alias ultah keenam belas, Dee ‘berharap’ ada sesuatu yang beda. Entah gimana Dee menyikapi hari itu nanti. Tahajud di masjid kek, tafakur kek, belajar ampe malem kek, apa ajalah. Something special new to face that day. Jarang ada yang inget. Bahkan (mantan) sahabat Dee sendiri juga lupa. Nggak berharap ada yang inget atau ada yang ngucapin selamat. Yang penting Dee berdo’a bahwa kak B nggak inget hari ulang tahun Dee. Ada peristiwa menyangkut ultahnya yang pernah Dee ceritain dulu. Waktu lajnah PKA. Dia masih dendam kesumet dan bilang bakal balas Dee habis-habisan. Moga jangan tahu............
meraih mimpi
mari berlari meraih mimpi
menggapai langit yang tinggi
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
takkan ada yang hentikan langkahmu
ya.. ya.. kita kan terus berlari
ya.. ya.. tak kan berhenti di sini
ya..ya.. marilah meraih mimpi
ya.. ya.. hingga nafas tlah berhenti
kuakan bertahan hadapi rintangan
perlahan-lahan dan menang
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
takkan ada yang hentikan langkahmu
tak ada yang tak mungkin
bila kau yakin
[astilah angkau dapati
itu lirik lagunya j-rocks yang judulnya meraih mimpi. suka banget!!!!!!!! dan punya makna yang dalam juga. judulnya kayak nama marhalah Dee. faire de ves raves yang disingkat fares. dee mau gubah lagu ini ah buat yel-yelan sanah robi'ah pas perfotoan. kapan lagi coba ada acara marhalah? udah dan lagi berlangsung. sementara Dee di rumah....
menggapai langit yang tinggi
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
takkan ada yang hentikan langkahmu
ya.. ya.. kita kan terus berlari
ya.. ya.. tak kan berhenti di sini
ya..ya.. marilah meraih mimpi
ya.. ya.. hingga nafas tlah berhenti
kuakan bertahan hadapi rintangan
perlahan-lahan dan menang
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
takkan ada yang hentikan langkahmu
tak ada yang tak mungkin
bila kau yakin
[astilah angkau dapati
itu lirik lagunya j-rocks yang judulnya meraih mimpi. suka banget!!!!!!!! dan punya makna yang dalam juga. judulnya kayak nama marhalah Dee. faire de ves raves yang disingkat fares. dee mau gubah lagu ini ah buat yel-yelan sanah robi'ah pas perfotoan. kapan lagi coba ada acara marhalah? udah dan lagi berlangsung. sementara Dee di rumah....
Jumat, 26 Maret 2010
keinginan
Kalau ditanya tentang keinginan, nggak banyak yang tahu Dee pengen apa.
Kalau keinginan buat cita-cita, Dee mau jadi jurnalis yang bener. Kata Adrian di film Issue, modal seorang jurnalis adalah kejujuran. Yang bener-bener musti ditanamin buat pers dunia yang sebagian udah dikuasain sama Yahudi.
Kalau keinginan pribadi, Dee pengen menjelajahi dunia. Dari dulu Dee paling nyesel kalau misalnya ada sesuatu yang nggak Dee rasain, padahal udah tersedia di dunia. Jadi Dee nggak pernah nyesel kalau misalnya harus ikut ayah yang kerja pindah-pindah. Bisa jalan-jalan!!!!!!!!!!!!!
Kalau keinginan yang bener-bener ada di lubuk hati pallllling dalam, yang baru Dee rasain tahun ini, Dee mencoba buat jadi orang yang care dan perhatian sama lingkungan sekitar. Nggak Cuma ke teman, tapi ke semua yang ada. Dari kak Lala Dee baru nyadar kalau Dee orang yang terlalu cuek dan nggak care. Deuh, baru pertama kali denger gituan. Takutnya adalah efek pas kelas lima kalau udah lengket sama kecuekan. Emang dari dulu Dee suka nggak nganggep orang yang nggak berurusan dalam kehidupan ini. Kasar banget? Ya, maksudnya Dee nggak begitu mikirin orang yang nggak begitu deket, yang juga nggak mikirin Dee (buat apa mikirin orang yang nggak mikirin kamu?), juga orang yang jarang masuk dalam kehidupan Dee. Arogan banget ya? Makanya, Dee mulai ‘mencoba’ buat bersikap agak lunak dikit. Biar kalau udah jadi mudabiroh gak sulit-sulit banget. Selain itu kan efeknya juga sama aja mu’amalah ma’a-n-nas. Makanya Dee suka sosiologi. Kemaren aja imtihan dapat nilai delapan. Ngaruh nggak sih?
Banyak banget sih keinginan Dee. Tapi belum mencapai seratus kayak Danang. Lagi pula keinginan nggak musti banyak. Yang penti ada target buat hidup. Ya nggak? Dari novel BUMI CINTA, ada kalimat yang terus diulang-ulang. Lupa pastinya gimana, intinya orang bodoh (atau apalah) akan memikirkan apa yang akan ia lakukann untuk hari ini, tapi orang beriman akan berfikir apa yang akan Tuhan lakukan hari ini untuknya. Bener nggak sih?
Kalau keinginan buat cita-cita, Dee mau jadi jurnalis yang bener. Kata Adrian di film Issue, modal seorang jurnalis adalah kejujuran. Yang bener-bener musti ditanamin buat pers dunia yang sebagian udah dikuasain sama Yahudi.
Kalau keinginan pribadi, Dee pengen menjelajahi dunia. Dari dulu Dee paling nyesel kalau misalnya ada sesuatu yang nggak Dee rasain, padahal udah tersedia di dunia. Jadi Dee nggak pernah nyesel kalau misalnya harus ikut ayah yang kerja pindah-pindah. Bisa jalan-jalan!!!!!!!!!!!!!
Kalau keinginan yang bener-bener ada di lubuk hati pallllling dalam, yang baru Dee rasain tahun ini, Dee mencoba buat jadi orang yang care dan perhatian sama lingkungan sekitar. Nggak Cuma ke teman, tapi ke semua yang ada. Dari kak Lala Dee baru nyadar kalau Dee orang yang terlalu cuek dan nggak care. Deuh, baru pertama kali denger gituan. Takutnya adalah efek pas kelas lima kalau udah lengket sama kecuekan. Emang dari dulu Dee suka nggak nganggep orang yang nggak berurusan dalam kehidupan ini. Kasar banget? Ya, maksudnya Dee nggak begitu mikirin orang yang nggak begitu deket, yang juga nggak mikirin Dee (buat apa mikirin orang yang nggak mikirin kamu?), juga orang yang jarang masuk dalam kehidupan Dee. Arogan banget ya? Makanya, Dee mulai ‘mencoba’ buat bersikap agak lunak dikit. Biar kalau udah jadi mudabiroh gak sulit-sulit banget. Selain itu kan efeknya juga sama aja mu’amalah ma’a-n-nas. Makanya Dee suka sosiologi. Kemaren aja imtihan dapat nilai delapan. Ngaruh nggak sih?
Banyak banget sih keinginan Dee. Tapi belum mencapai seratus kayak Danang. Lagi pula keinginan nggak musti banyak. Yang penti ada target buat hidup. Ya nggak? Dari novel BUMI CINTA, ada kalimat yang terus diulang-ulang. Lupa pastinya gimana, intinya orang bodoh (atau apalah) akan memikirkan apa yang akan ia lakukann untuk hari ini, tapi orang beriman akan berfikir apa yang akan Tuhan lakukan hari ini untuknya. Bener nggak sih?
karakter
Yang sampai saat ini, Dee belum bisa menemukan yang namanya karateristikk dalam menulis. Berita gawat. Makanya Dee vakum dulu buat nulis. Mau cari apa sebenarnya karakter Dee dalam menulis. Tulisan yang dulu-dulu, kalau inget tuh lancar banget buat ditulis. Asal ada ide, langsung tulis ajah. Padahal belum matang. Dan setelah Dee baca ulang, lagi, dan lagi pengennya diombak dari awal.
Dee harap, Dee bisa dapatin yang namanya karakteristik tulisan sebelum lulus. Dee udah punya gambaran buat ke depannya kalau udah lulus nanti. Cuma gmbaran. Nggak mau mikirin dulu. Mau nikmatin masa sekolah yang tinggal dua setengah tahun. Apalagi setengah tahun terakhir ini.
Dee harap, Dee bisa dapatin yang namanya karakteristik tulisan sebelum lulus. Dee udah punya gambaran buat ke depannya kalau udah lulus nanti. Cuma gmbaran. Nggak mau mikirin dulu. Mau nikmatin masa sekolah yang tinggal dua setengah tahun. Apalagi setengah tahun terakhir ini.
karakter
Yang sampai saat ini, Dee belum bisa menemukan yang namanya karateristikk dalam menulis. Berita gawat. Makanya Dee vakum dulu buat nulis. Mau cari apa sebenarnya karakter Dee dalam menulis. Tulisan yang dulu-dulu, kalau inget tuh lancar banget buat ditulis. Asal ada ide, langsung tulis ajah. Padahal belum matang. Dan setelah Dee baca ulang, lagi, dan lagi pengennya diombak dari awal.
Dee harap, Dee bisa dapatin yang namanya karakteristik tulisan sebelum lulus. Dee udah punya gambaran buat ke depannya kalau udah lulus nanti. Cuma gmbaran. Nggak mau mikirin dulu. Mau nikmatin masa sekolah yang tinggal dua setengah tahun. Apalagi setengah tahun terakhir ini.
Dee harap, Dee bisa dapatin yang namanya karakteristik tulisan sebelum lulus. Dee udah punya gambaran buat ke depannya kalau udah lulus nanti. Cuma gmbaran. Nggak mau mikirin dulu. Mau nikmatin masa sekolah yang tinggal dua setengah tahun. Apalagi setengah tahun terakhir ini.
bumi cinta
Dee udah tuntas baca BUMI CINTA-nya Kang Abik. Novel yang mengambil setting di ibu kota Rusia, yaitu Moskwa. Tesengat banget baca novel itu. Jarang-jarang ada novel islami sejenis gitu yang ambil cover bangunan. Biasanya kan Cuma gambar muka cewek berbalut jilbab atau tertutup sama cadar. Nggak ada kesan kreatifnya batah. Covernya putih. Suasana musim salju yang memang jadi sebagian besar setting dalam novel ini. Tapi kok, font buat judul novel ukurannya lebih kecil dari ukuran font pengarangnya. Jadi seakan lebih membesarkan nama pengarang dari pada novelnya. Ah, nggak penting.
Balik lagi, yang bikin novel ini lebih WAH dari pada novel Kang Abik sebelumnya adalah peletakkan setting yang begitu berani. Moskwa yang ‘katanya’ menjadi kota paling bebas dan jaringan situs porno nomor satu di dunia it digambarkan dengan gamblang, apik, dan terkesan tidak mengada-ngada. Dee nggak tahu apakah Kang Abik pernah ke sana apa nggak. Yang jelas, jadi menambah referensi kota yang pengen Dee kunjungin sebelum mati. Yaitu ke Red Square di Moskwa.
Inti ceritanya adalah perjuangan seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mencari sumber tesis magisternya di India di sebuah kota yang penduduknya mayoritas liberal dan bahkan mengucilkan islam dalam menahan segala godaan yang menggoyah iman. Seperti godaan wanita dan ajaran di sana yang tergolong sangat bebeas. Namanya Ayyas. Ia dihadapkan oleh cobaan saat pertama kali ia tinggal di Rusia. Yaitu harus tinggal seatap seapartemen dengan dua orang wanita Rusia. Yelena yang mengaku sebagai agen wisata hyang ternyata adalah seorang pelacur papan atas, juga Linor yang dingin yang Ayyas tahu adalah seorang jurnalis ternyata adalah seorang sindikat Zionis. Ia juga dihadapkan oleh pesona seorang doktor Anastasia yang penganut Kristus taat. Bab yang paling bikin hati berdesir adalah (so pasti) bab terakhir. Saat.... ah, baca sendiri deh!
Yang bikin Dee pegel baca novel ini adalah dialog yang terlalu banyak dan monoton. Kayak baca buku sejarah. Tapi memang dari sini karatreristik tulisan Kang Abik. Jadi inget komen ayah pas baca cerpen terakhir Dee.
“Kebanyakan dialog. Emang kamu mau bikin naskah drama?”
Balik lagi, yang bikin novel ini lebih WAH dari pada novel Kang Abik sebelumnya adalah peletakkan setting yang begitu berani. Moskwa yang ‘katanya’ menjadi kota paling bebas dan jaringan situs porno nomor satu di dunia it digambarkan dengan gamblang, apik, dan terkesan tidak mengada-ngada. Dee nggak tahu apakah Kang Abik pernah ke sana apa nggak. Yang jelas, jadi menambah referensi kota yang pengen Dee kunjungin sebelum mati. Yaitu ke Red Square di Moskwa.
Inti ceritanya adalah perjuangan seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mencari sumber tesis magisternya di India di sebuah kota yang penduduknya mayoritas liberal dan bahkan mengucilkan islam dalam menahan segala godaan yang menggoyah iman. Seperti godaan wanita dan ajaran di sana yang tergolong sangat bebeas. Namanya Ayyas. Ia dihadapkan oleh cobaan saat pertama kali ia tinggal di Rusia. Yaitu harus tinggal seatap seapartemen dengan dua orang wanita Rusia. Yelena yang mengaku sebagai agen wisata hyang ternyata adalah seorang pelacur papan atas, juga Linor yang dingin yang Ayyas tahu adalah seorang jurnalis ternyata adalah seorang sindikat Zionis. Ia juga dihadapkan oleh pesona seorang doktor Anastasia yang penganut Kristus taat. Bab yang paling bikin hati berdesir adalah (so pasti) bab terakhir. Saat.... ah, baca sendiri deh!
Yang bikin Dee pegel baca novel ini adalah dialog yang terlalu banyak dan monoton. Kayak baca buku sejarah. Tapi memang dari sini karatreristik tulisan Kang Abik. Jadi inget komen ayah pas baca cerpen terakhir Dee.
“Kebanyakan dialog. Emang kamu mau bikin naskah drama?”
Langganan:
Postingan (Atom)